
Padang, (tvOne).
Antisipasi praktik kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2012, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) akan memberlakukan lima paket soal.
"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkecil kemungkinan tindakan curang oleh peserta seperti menyontek saat ujian, dengan memberlakukan lima paket soal UN," kata anggota BSNP Jamaris Jamra, di Padang, Jumat, (30/12).
Jamaris mengatakan, paket soal UN tahun sebelumnya hanya dua, diperbanyak menjadi lima paket yang otomatis merubah susunan tempat duduk peserta ujian di ruangan, karena posisi duduk peserta akan diacak.
Jamaris menjelaskan, dalam satu ruangan siswa yang mendapat paket 1 akan ditempatkan berdekatan dengan nomor yang berbeda, dan begitu seterusnya. "Dengan sistem acak tempat duduk itu, maka siswa yang berbuat curang akan mudah diketahui pengawas," katanya.
Menurut Jamaris, dengan susunan seperti itu siswa sulit untuk menyontek atau meminta jawaban dari temannya, jika ditemukan tindakan seperti itu maka pengawas berhak memberi sanksi tegas.
Anggota BNSP itu mengatakan, pengawas UN pada 2012 berasal dari Perguruan Tinggi (PT) yang kapabel dan berpengalaman. "Pengawas diizinkan masuk ke ruangan untuk memastikan UN berjalan lancar,serta diberi kewenangan menentukan lanjut atau tidaknya UN pada satu sekolah, jika ditemukan indikasi pelanggaran atau kecurangan," katanya.
Sementara itu, distribusi dan penggandaan soal UN 2012, sepenuhnya diserahkan pada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, dan diawasi langsung oleh perguruan tinggi bersama Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP).
Jamaris menambahkan, pada UN 2012 bidang studi yang diujikan tetap sama seperti tahun lalu, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika yang menjadi mata pelajaran wajib di semua tingkat. "Untuk bidang studi Fisika, Kimia, dan Biologi ditambahkan pada SMA jurusan IPA, sedangkan Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi untuk jurusan IPS," katanya. (Ant)