Facebook tvOneNews Twitter tvOneNews RSS tvOneNews
tvOne Newsticker
Kamis, 23 Februari 2012

Kabar Sosial Budaya

Sebanyak 90 Kelurahan di Padang Endemik DBD

Selasa, 31 Januari 2012 21:12 WIB

Penyemprotan memberantas nyamuk demam berdarah
(Antara/ Irwansyah Putra)

Padang, (tvOne).

Dinas Kesehatan Kota Padang menyatakan, sebanyak 90 dari 140 kelurahan di daerah itu merupakan endemik Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang Devi Naswita mengungkapkan, kasus penyakit yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti itu hampir merata terjadi di sebelas kecamatan di "kota bingkuang" itu.

"Rata-rata setiap kelurahan di seluruh kecamatan di Padang merupakan endemik DBD, apalagi setiap tahun selalu ada masyarakat yang terserang," ujarnya di Padang, Selasa, (31/1) .

Menurut Devi, selama 2012 telah terjadi 130 kasus DBD dimana dua di antara korbannya meninggal dunia. Sementara pada 2011 terjadi 965 kasus dengan enam korban meninggal.

Devi menilai, peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk mengantisipasi kasus tersebut agar tidak meluas. Selama ini sebagian masyarakat masih ada yang belum peduli khususnya terhadap lingkungan, sehingga nyamuk pembawa penyakit tersebut mudah berkembang biak.

Untuk mencegah perkembangannya, peran yang dilakukan adalah memutus rantai perkembangbiakan nyamuk berbintik hitam putih yang membawa virus dengue tersebut.

Meski selama ini program pengasapan (fogging) masih terus dilakukan, namun hal itu hanya mencegah pergerakan nyamuk. "Untuk pemberantasan nyamuk, yang harus diberantas adalah tempat perkembangbiakannya dengan cara 3M plus yakni menutup tempat pemandian air, menguras bak mandi, dan menimbun barang bekas serta memelihara ikan pemakan jentik nyamuk," katanya.

Selain itu, pemberantasan bibit nyamuk juga dapat dilakukan dengan menabur bubuk abate di tempat-tempat penampungan air, serta memeriksa jentik secara berkala. "Air yang telah tercampur bubuk abate aman untuk dikonsumsi karena telah diuji," tambahnya.

Devi mengatakan, nyamuk Aedes Aegypti biasanya aktif pada pukul 06.00-10.00 WIB dan pada pukul 15.00-18.00 WIB. Untuk mengantisipasi agar tidak menggigit manusia, dapat dilakukan dengan cara menggunakan kelambu pada waktu tidur, menyemprot atau memasang anti nyamuk.

Sementara jika tergigit, virus dengue dapat langsung menyerang tubuh dan mendapat gejala berupa demam tinggi mendadak sekitar 2-7 hari dengan suhu tubuh 38-40 derajat celsius.

Gejala lainnya adalah perasaan menggigil dan nyeri saat menggerakkan bola mata dan nyeri punggung pada awal gejala serta tampak bintik- bintik merah ketika diperiksa dengan metoda uji torniquet. "Jika terdapat gejala itu segera periksakan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan," imbau Devi. (Ant)

2171+at
Bookmark and Share

Komentar Kabar
Kirim Komentar