tvOne Newsticker

Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Rilis Pres

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Pemilu

Senin, 20 Mei 2013


Kabar Sosial Budaya

Sarungisasi Borobudur, Turis Lebih Sopan

Rabu, 5 September 2012 09:29 WIB

antarafoto.com

Magelang, (tvOne)

Pengelola Candi Borobudur memberlakukan aturan baru. Semua turis, tanpa terkecuali, wajib mengenakan sarung batik Sido Luhur dengan motif stupa dan mandala. Hal ini Sebagai bentuk penghargaan pada bagunan warisan sejarah dunia itu.

Program 'sarungisasi' itu ternyata memiliki dampak yang positif. Sarung dianggap berhasil mengubah perilaku pengunjung saat menikmati keindahan candi peninggalan Wangsa Syailendra tersebut.

"Dulu yang biasanya pengunjung naik ke stupa, dengan memakai sarung sudah tidak lagi. Tidak lari-lari di candi dan tidak membuang sampah sembarangan," ujar Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Purnomo Siswoprasetjo, Selasa, (4/9).

Sarung-sarung tersebut disediakan oleh pihak pengelola, tanpa dipungut bayaran. Purnomo menambahkan, kebijakan 'sarungisasi' mendapat apresiasi dari para wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Dengan mengenakan sarung, pakaian para pengunjung otomatis terlihat lebih sopan. "Sarung bisa menimbulkan efek kesadaran kepada pengunjung. Eh, ternyata dampak positifnya banyak sekali. Candi sebagai warisan budaya jadi semakin dihargai," tutur dia.

Program 'sarungisasi' di Candi Borobudur diterapkan sejak Maret 2011 lalu. Sejak program itu dilaksanakan banyak sekali wisatawan yang tertarik untuk membawa pulang sarung sebagai souvenir.

Wisatawan pun nampak sangat mengapresiasi program ini, bahkan banyak yang kemudian tertarik untuk memiliki sarung tersebut. "Ya kejadian seperti itu banyak. Karena ada permintaan seperti itu, kami siapkan souvenir sarung yang bisa dibeli untuk dibawa pulang," tuturnya.

Sebagian besar yang ingin membawa pulang sarung tersebut adalah wisatawan mancanegara. "Kalau boleh dibawa pulang ya dibawa pulang. Kalau boleh dibeli ya dibeli karena mereka sangat tertarik dengan sarung itu. Yang kebanyakan seperti itu tamu dari luar negeri," tutur Purnomo.

Saat ini pengelola telah menyediakan sebanyak 15 ribu potong sarung. Padahal sebelumnya jumlahnya hanya sekitar 10 ribu potong. "Sebelum Lebaran kemarin, kami menambah jumlah  5.000 sarung," terang dia.

Keberhasilan program sarungisasi di Candi Borobudur juga sudah mulai ditiru diterapkan di Candi Prambanan sebelum Lebaran kemarin. Jumlah sarung yang disediakaan di Prambanan ssementara ini berjumlah 4.000 sarung. (VIVAnews)

4645+fa
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar